Literasi Media Tuntutan Masa


Bahasa merupakan sarana komunikasi sekaligus menunjukkan kemampuan penutur. Keterampilan berbahasa sangat ditentukan oleh kemampuan membaca/literasi. Pembiasaan literasi sejak dini akan menghasilkan berbagai aspek kemahiran berbahasa. Bukan sekadar menumbuhkan rasa ingin tahu namun pembentukan pola berpikir, responsif, adaptif serta berpikir kritis akan terlatih secara masif. Aspek-aspek kebahasaan selalu berkembang seiring waktu serta kreativitas manusia sebagai pemakai bahasa.

Generasi muda kadang kurang menyadari untuk optimalisasi pemanfaatan bahasa. Hal ini yang menjadi alasan kuat untuk mengangkat tema literasi media dalam program Delayota Character and Creativity Building yang ditujukan untuk peserta didik baru yang diterima di SMA Negeri 8 Yogyakarta. Persoalan literasi media semakin menarik seiring perkembangan media massa yang akrab digunakan untuk interaksi. "Perkembangan media massa yang semakin pesat perlu diimbangi dengan kemampuan generasi dalam penggunaan bahasa agar semakin maksimal dan bijak," ungkap Siti Marniah, S.Pd. guru bahasa Indonesia sekolah setempat. Hal senada diungkapkan juga oleh Sumarjiono, S.Pd yang juga guru bahasa Indonesia SMA Negeri 8 Yogyakarta. "Bahasa dan media massa tidak bisa dipisahkan karena keduanya memiliki multifungsi dan kadang menjadi sarana eksistensi," ujarnya. Bincang-bincang seputar literasi media yang dikemas dalam acara talk show dapat diakses siswa melalui youtube SMA Negeri 8 Yogyakarta official channel yang diunggah 20 Juli 2020.

Literasi bukan lagi sebuah kebutuhan namun keharusan bagi generasi saat ini dan yang akan datang. Perlu dukungan berbagai pihak untuk optimalisasi literasi termasuk dalam literasi media. Literasi media akan mampu menumbuhkan kepekaan bagi pengguna bahasa, Mampu memanfaatkan untuk berbagai keperluan dalam penyaluran aspirasi. 

^mr.AJ^